Komponen dan Manfaat Agroforestri untuk Penghijauan Alam

Agroforestri merupakan sebuah program penggunaan lahan yang mengkombinasikan pepohonan dengan tanaman pertanian yang bertujuan untuk penghijauan alam sekaligus meningkatkan keuntungan secara ekonomis. Konversi lahan yang mengakibatkan berbagai masalah lingkungan contohnya seperti banjir, erosi tanah, kelangkaan keanekaragaman hayati, penurunan kesuburan tanah hingga perubahan lingkungan bisa dikurangi dengan program agroforestri atau yang juga dikenal dengan istilah wanatani ini.

Pada prakteknya, program agroforestri ini bisa berjalan dengan adanya sistem pengelolaan lahan yang berguna untuk mengatasi masalah ketersediaan lahan sekaligus membantu meningkatkan produktivitas lahan. Sementara itu, program agroforestri ini terdiri dari beberapa komponen pokok yaitu kehutanan, pertanian dan juga peternakan. Komponen-komponen ini pada dasarnya memang bisa berdiri secara mandiri dalam bentuk penggunaan lahan yang akan menghasilkan produksi satu komoditi yang serupa.

Namun, program agroforestry ini juga bisa dilakukan penggabungan tiga komponen, yang menghasilkan beberapa kombinasi contohnya sebagai berikut:

  • Agrisilvikultur merupakan kombinasi antara komponen kehutanan dengan komponen pertanian
  • Silvopastura merupakan kombinasi antara komponen kehutanan dengan peternakan
  • Agosilvopastura merupakan kombinasi antara komponen pertanian dengan kehutanan dan juga peternakan.

Pengembangan program agroforestri ini tentunya juga dilakukan untuk bisa memberikan berbagai manfaat kepada masyarakat sekitarnya, diantaranya seperti berikut ini:

  • Membantu penggunaan lahan yang dapat dimanfaatkan dengan lebih optimal sehingga diharapkan akan dapat meningkatkan kemampuan manusia untuk memenuhi kebutuhan hidupnya
  • Meningkatkan daya dukung ekologi khususnya yang ada di daerah pedesaan, sehingga bisa dimanfaatkan pula untuk menjamin dan memperbaiki kebutuhan pangan
  • Meningkatkan persediaan pangan sehingga petani dapat memperoleh tambahan penghasilan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
  • Meningkatkan ketersediaan energi lokal contohnya seperti produksi kayu bakar
  • Meningkatkan produksi bahan mentah yang terkait dengan produk kehutanan dan juga pertanian. Umumnya peningkatan produksi bahan mentah ini akan dilakukan dengan menggunakan sistem kualitatif serta diversifikasi. Bukan hanya itu saja, biasanya juga dilakukan dengan memanfaatkan berbagai jenis pohon.
  • Meningkatkan kualitas hidup masyarakat pedesaan khususnya mereka yang berada di daerah miskin dan tertinggal. Agroforestri akan membantu mereka untuk meningkatkan pendapatan.
  • Meningkatkan kinerja masyarakat yang ada di rentang usia muda atau usia yang masih produktif, hal tersebut akan bisa meningkatkan kualitas hidup mereka
  • Agroforestri juga memiliki peran yang bisa meningkatkan, memperbaiki dan memelihara kelestarian lingkungan setempat termasuk penghijauan alam sebab sistem ini akan bisa mencegah terjadinya erosi tanah didaerah pegunungan.